Berita

←   Kembali ke daftar berita Banyak Pasien Kanker Usia Muda Tidak Tahu Pengobatan Bisa Memengaruhi Kesuburan

Banyak Pasien Kanker Usia Muda Tidak Tahu Pengobatan Bisa Memengaruhi Kesuburan

"Saya sembuh dari kanker, tapi baru tahu belakangan kalau saya mungkin sulit memiliki anak."

Kalimat seperti ini ternyata masih sering terjadi.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa hampir 1 dari 3 pasien kanker yang didiagnosis sebelum usia 50 tahun tidak pernah diberi tahu bahwa pengobatan kanker dapat memengaruhi kesuburan mereka.

Mengapa pengobatan kanker dapat memengaruhi kesuburan?

Beberapa terapi kanker, seperti kemoterapi, radioterapi, maupun operasi tertentu, dapat merusak sel telur, sperma, atau organ reproduksi. Dampaknya bisa bersifat sementara, tetapi pada sebagian orang dapat menjadi permanen sehingga menyulitkan untuk memiliki anak di masa depan.

Namun, tidak semua jenis terapi memiliki risiko yang sama. Besarnya risiko bergantung pada:

  • Jenis kanker
  • Jenis pengobatan yang diberikan
  • Dosis terapi
  • Usia pasien
  • Kondisi kesehatan sebelum pengobatan

Karena itu, setiap pasien memerlukan penjelasan yang disesuaikan dengan kondisinya.

Apa yang ditemukan penelitian?

Penelitian yang melibatkan 636 pasien kanker berusia 18–49 tahun menemukan bahwa:

  • Hampir 30% pasien tidak pernah diberi informasi bahwa terapi kanker dapat memengaruhi kesuburan.
  • Ketidaktahuan paling banyak ditemukan pada pasien kanker tiroid, paru, dan kolorektal.
  • Pasien dari kelompok ras atau etnis minoritas lebih sering tidak mendapatkan informasi tersebut.
  • Pasien yang usianya lebih tua saat didiagnosis atau yang sudah pernah memiliki anak juga lebih sering tidak mengetahui risiko infertilitas.

Temuan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kesuburan belum menjadi bagian rutin dalam perawatan semua pasien kanker usia reproduktif.

Mengapa informasi ini penting?

Saat seseorang baru didiagnosis kanker, fokus utama tentu adalah menyelamatkan nyawa. Namun, bagi banyak pasien muda, kesempatan untuk memiliki anak di masa depan juga merupakan bagian penting dari kualitas hidup.

Yang perlu diketahui adalah bahwa upaya menjaga kesuburan harus dilakukan sebelum terapi kanker dimulai. Setelah pengobatan berjalan, beberapa pilihan mungkin sudah tidak dapat dilakukan lagi.

Apa saja pilihan untuk mempertahankan kesuburan?

Tergantung kondisi pasien, dokter dapat mempertimbangkan beberapa pilihan, antara lain:

Untuk pria

  • Penyimpanan sperma (sperm banking) sebelum kemoterapi atau radioterapi.

Untuk wanita

  • Pembekuan sel telur (egg freezing).
  • Pembekuan embrio.
  • Pembekuan jaringan ovarium pada kondisi tertentu.

Tidak semua pasien memerlukan tindakan tersebut, tetapi setiap pasien sebaiknya mengetahui bahwa pilihan ini ada.

Apa yang sebaiknya dilakukan pasien?

Jika Anda atau anggota keluarga didiagnosis kanker dan masih berada pada usia reproduktif, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter:

  • Apakah pengobatan saya dapat memengaruhi kesuburan?
  • Apakah saya perlu berkonsultasi dengan dokter fertilitas?
  • Apakah ada pilihan untuk menjaga kesuburan sebelum terapi dimulai?
  • Berapa lama saya harus menunggu sebelum merencanakan kehamilan setelah selesai pengobatan?

Semakin dini pertanyaan ini diajukan, semakin banyak pilihan yang masih dapat dipertimbangkan.